Sabtu, 28 Desember 2013

Pelapisan Sosial Yang Terjadi Di Masyarakat Di Lingkungan Sekitar Wilayah Kawasan Industri

  • Pengertian  pelapisan sosial
Pelapisan sosial merupakan gejala alami yang dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Keberadaannya merupakan konsikuensi logis dari beberapa faktor yang selalu ada dalam kehidupan manusia, yaitu berkaitan dengan keturunan, pendidikan, pekerjaan, kekayaan, dan sebagainya. Dari faktor keturunan juga adanya golongan yang berpendidikan rendah, menengah, dan tinggi. Dari faktor pekerjaan juga adanya kelompok petani, pedagang, pemusik, pengamen, pemulung, dan sebagainya. Dari faktor kekayaan juga mengetahui adanya golongan miskin, menengah, dan kaya.
  •      Terjadinya Pelapisan Sosial
Proses terjadinya pelapisan sosial terbagi menjadi dua hal, yakni secara alamiah dan secara disengaja atau direncanakan oleh manusia. Dan contoh kasus dari sekitar wilayah industri (lingkungan saya tinggal desa jatiwangi yang berbatasan langsung dengan kawasan MM2100) memiliki berbagai macam pekerjaan walaupun di dominasi oleh buruh, dan disini juga banyak berdatangan pendatang yang melakukan urbanisasi dari desa mereka ingin mencari pekerjaan dengan upah tinggi sesuai dengan UMR yang paling tinggi di Indonesia berada di Kabupaten Bekasi, dimana banyak pribumi yang memanfaatkan lahan yang mereka punya dengan membuat kontrakan/ tempat kost. Sehingga menimbulkan adanya pelapisan sosial berdasarkan keturunan (pribumi dan pendatang), Bagaimana dengan pribumi yang tidak memiliki lahan yang luas dan juga tidak mengenyam pendidikan mereka berdagang dan juga menyedikan jasa misal seperti jasa cuci kendaraan, dll. Bagaimana dengan pendatang yang tidak mengenyam pendidikan mereka datang dengan berharap mengadu nasib supaya dapat lebih baik dari pada dikampung tempatnya tinggal dengan menjadi pembantu rumah tangga atau menjadi penjual(berdagang) dengan menyewa tempat kepada pribumi. Pengusaha disini memiliki klasifikasi strata paling tinggi dari pada buruh dan pedagang.
  •       Pengaruh Pelapisan Sosial
Adanya pelapisan sosial dapat mengakibatkan atau memengaruhi tindakan-tindakan warga masyarakat dalam interaksi sosialnya. Pola tindakan individi-individu masyarakat sebagai konsekuensi dari adanya perbedaan status dan peran sosial akan muncul dengan sendirinya. Pelapisan masyarakat memengaruhi munculnya kemudahan hidup dan gaya hidup tersendiri. Misalnya, orang kaya (lapisan atas) akan mendapatkan kemudahan-kemudahan dalam hidupnya, jika dibandingkan orang miskin (lapisan bawah) dan orang kaya akan punya gaya hidup tertentu yang berbeda dengan orang miskin.



Jumat, 08 November 2013

Peranan Keluarga Dalam Pembentukan Perkembangan Kepribadian Anak



Pengertian Pola Asuh Orang Tua

Pola asuh orang tua adalah pola perilaku yang diterapkan pada anak dan bersifat relatif konsisten dari waktu kewaktu. Pola perilaku ini dapat dirasakan oleh anak, dari segi negatif dan positif. Orang tua memiliki cara dan pola tersendiri dalam mengasuh dan membimbing anak. Cara dan pola tersebut tentu akan berbeda antara satu keluarga dengan keluarga yang lainnya. Pola asuh orangtua merupakan gambaran tentang sikap dan perilaku orangtua dan anak dalam berinteraksi, berkomunikasi selama mengadakan kegiatan pengasuhan. Dalam kegiatan memberikan pengasuhan ini, orangtua akan memberikan perhatian, peraturan, disiplin, hadiah dan hukuman, serta tanggapan terhadap keinginan anaknya. Sikap, perilaku, dan kebiasaan orangtua selalu dilihat, dinilai, dan ditiru oleh anaknya yang kemudian semua itu secara sadar atau tidak sadar akan diresapi kemudian menjadi kebiasaan pula bagi anak-anaknya.

Macam – Macam Pola Asuh Orang Tua

Menurut Baumrind (1967),secara garis besar terdapat 4 macam pola asuh orang tua terhadap anaknya yaitu antara lain :

1. Pola asuh Demokratis

Pola asuh demokratis adalah pola asuh yang memprioritaskan kepentingan anak, akan tetapi tidak ragu-ragu mengendalikan mereka. Orang tua tipe ini juga bersikap realistis terhadap kemampuan anak, tidak berharap yang berlebihan yang melampaui kemampuan anak dan memberikan kebebasan kepada anak untuk memilih dan melakukan suatu tindakan. Pengaruh pola asuh demokratis yaitu akan menghasilkan karakteristik anak-anak yang mandiri, dapat mengontrol diri, mempunyai hubungan baik dengan teman-temannya.

2. Pola asuh Otoriter

Pola asuh otoriter adalah pola asuh yang cenderung menetapkan standar yang mutlak harus dituruti. Orang tua tipe ini cenderung memaksa, memerintah, menghukum. Orang tua mungkin berpendapat bahwa anak memang harus mengikuti aturan yang ditetapkannya. Karena , apa pun peraturan yang ditetapkan orang tua semata-mata demi kebaikan anak. Orang tua tak mau repot-repot berpikir bahwa peraturan yang kaku seperti itu justru akan menimbulkan serangkaian efek. Pola asuh otoriter biasanya berdampak buruk pada anak, biasanya pola asuh seperti ini menghasilkan karakteristik anak yang penakut, pendiam, tertutup, gemar menentang, suka melanggar norma-norma, berkepribadian lemah.

3. Pola asuh Permisif

Pola asuh ini memberikan pengawasan yang sangat longgar. Memberikan kesempatan pada anaknya untuk melakukan sesuatu tanpa pengawasan yang cukup darinya. Mereka cenderung tidak menegur atau memperingatkan anak apabila anak sedang dalam bahaya, dan sangat sedikit bimbingan yang diberikan oleh mereka. Namun orang tua tipe ini biasanya bersifat hangat, sehingga seringkali disukai oleh anak. Pola asuh permisif akan menghasilkan karakteristik anak-anak yang tidak patuh, manja, kurang mandiri, mau menang sendiri (egois), dan kurang percaya diri.

4. Pola asuh Penelantar

Orang tua tipe ini pada umumnya memberikan waktu dan biaya yang sangat minim pada anak-anaknya. Waktu mereka banyak digunakan untuk keperluan pribadi mereka, seperti bekerja, dan juga kadangkala biaya pun dihemat-hemat untuk anak mereka. Pola asuh penelantar akan menghasilkan karakteristik anak-anak yang agresif, kurang bertanggung jawab, tidak mau mengalah, sering bolos, dan bermasalah dengan teman

Pengaruh Pola Asuh

1. Pengaruh Pola Asuh Demokratis
Pola asuh demokratis akan menghasilkan karakteristik anak-anak yang mandiri, dapat mengontrol diri, mempunyai hubungan baik dengan teman-temannya, mampu menghadapi stress, mempunyai minat terhadap hal-hal yang baru. Dan kooperatif terhadap orang lain.

2. Pengaruh Pola Asuh Otoriter
Pola asuh otoriter akan menghasilkan karakteristik anak yang penakut, pendiam, tertutup, tidak berinisiatif, gemar menentang, suka melanggar norma-norma, berkepribadian lemah, cemas dan terkesan menarik diri.

3. Pengaruh Pola Asuh Permisif
Pola asuh permisif akan menghasilkan karakteristik anak-anak yang impulsive, agresif, tidak patuh, manja, kurang mandiri, mau menang sendiri, kurang matang secara sosisal dan kuranag percaya diri.

4. Pengaruh Pola Asuh Penelantar
Pola asuh penelantar akan menghasilkan karakteristik anak yang moody, impulsive, agresif, kurang bertanggung jawab, tidak mau mengalah, self esteem (harga diri) yang rendah, sermg bermasalah dengan teman-temannya.
Peranan Keluarga dan Latar Belakang Orang Tua Dalam Pembentukan Perkembangan Kepribadian Anak
Keluarga adalah kelompok sosial pertama dan utama bagi kehidupan anak, anak lebih banyak menghabiskan waktunya dengan kelompok keluarga daripada dengan kelompok sosial lainnya. Anggota keluarga merupakan orang yang paling berarti dalam kehidupan anak selama proses pembentukan kepribadian anak, dan pengaruh keluarga jauh lebih luas dibandingkan pengaruh lainnya, bahkan sekolahpun. Berapa besar pengaruh keluarga pada perkembangan kepribadian anak yang berdampak sebagai berikut :

a. Bila dia hidup dalam permusuhan, dia belajar berkelahi
b. Bila dia hidup dalam ketakutan, dia belajar menjadi penakut
c. Bila dia hidup dikasihani, dia belajar mengasihi dirinya
d. Bila dia hidup dalam toleransi, dia belajar bersabar
e. Bila dia hidup diejek, dia belajar menjadi malu
Pengaruh pola asuh dan latar belakang orang tua dalam pembentukan perkembangan kepribadian anak
1) Pengaruh Pola Asuh Orang Tua yang Bekerja dan yang Tidak Bekerja terhadap Pembentukan Kepribadian Anak

Kenyataan yang terjadi pada masa sekarang adalah berkurangnya perhatian orang tua terhadap anaknya karena keduanya sama-sama bekerja. Hal tersebut mengakibatkan terbatasnya interaksi orang tua dengan anaknya. Sehingga anak kurang mendapatkan perhatian, kasih saying yang menyebabkan anak bersifat manja. Kurangnya perhatiaan dari orang tua akan mengakibatkan anak mencari perhatian dari luar, baik dilingkungan sekolah dengan teman sebaya ataupun dengan orang tua pada saat mereka dirumah.
Sedangkan orang tua yang tidak bekerja di luar rumah akan lebih fokus pada pengasuhan anak dan pekerjaan rumah lainnya. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan anak menjadi kurang mandiri, karena terbiasa dengan orang tua. Segala yang dilakukan anak selalu dengan pangawasan orang tua. Oleh karena itu, orang tua yang tidak bekerja sebaiknya juga tidak terlalu over protektif. Sehingga anak mampu untuk bersikap mandiri.
2) Pengaruh Pola Asuh Orang Tua yang Berpendidikan Tinggi dan Berpendidikan Rendah terhadap Pembentukan Kepribadian Anak

Latar belakang pendidikan orang tua mempunyai pengaruh yang besar terhadap pembentukan kepribadian anak. Orang tua yang mempunyai latar belakang pendidikan yang tingi akan lebih memperhatikan segala perubahan dan setiap perkembangan yang terjadi pada anaknya. Mereka umumnya mengetahui bagaimana tingkat perkembangan anak dan bagaimana pengasuhan orang tua yang baik sesuai dengan perkembangan anak khususnya untuk pembentukan kepribadian yang baik bagi anak, seperti mengajarkan sopan santun, baik dalam berbicara ataupun dalam hal lain.

Berbeda dengan orang tua yang mempunyai latar belakang pendidikan yang rendah. Dalam pengasuhan anak umumnya orang tua kurang memperhatikan tingkat perkembangan anak. Hal ini dikarenakan orang tua yang masih awam dan tidak mengetahui tingkat perkembangan anak. Bagaimana anaknya berkembang dan dalam tahap apa anak pada saat itu. Orang tua biasanya mengasuh anak dengan gaya dan cara mereka sendiri. Apa yang menurut mereka baik untuk anaknya. Anak dengan pola asuh orang tua yang seperti ini akan membentuk suatu kepribadian yang kurang baik.
3) Pengaruh Pola Asuh Orang Tua dengan Tingkat Ekonomi Menengah Keatas dan Menengah Kebawah

Orang tua yang tingkat perekonominnya menengah keatas dalam pengasuhannya biasanya orang tua memanjakan anaknya. Apapun yang diinginkan oleh anak akan dipenuhi orang tua. Segala kebutuhan anak dapat terpenuhi dengan kekayaan yang dimiliki orang tua. Pengasuhan anak sebagian besar hanya sebatas dengan materi. Perhatian dan kasih sayang orang tua diwujudkan dalam materi atau pemenuhan kebutuhan anak. Anak yang terbiasa dengan pola asuh yang demikian, maka akan membentuk suatu kepribadian yang manja, serta menilai sesuatu dengan materi dan tidak menutup kemungkinan anak akan sombong dengan kekayaan yang dimiliki orang tua serta kurang menghormati orang yang lebih rendah darinya. Sedangkan pada orang tua yang tingkat perekonomiannya menengah kebawah dalam cara pengasuhannya memang kurang dapat memenuhi kebutuhan anak yang bersifat materi. Orang tua hanya dapat memenuhi kebutuhan anak yang benar-benar penting bagi anak. Perhatian dan kasih sayang orang tualah yang dapat diberikan. Anak yang hidup dalam perekonomian menengah kebawah terbiasa hidup dengan segala kekurangan yang dialami keluarga. Sehingga akan terbentuk kepribadian anak yang mandiri, mampu menyelesaikan permasalahan dan tidak mudah stres dalam menghadapi suatu permasalahan.dan anak dapat menghargai usaha orang lain.
 
Kesimpulan
Dari pembahasan yang telah terurai diatas dapat kami tarik kesimpulan, bahwa pola asuh orang tua mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam menentukan bagaimana bentuk pribadi anak dimasa depan, oleh sebab itu orang tua harus benar-benar mawas diri dan bersungguh-sungguh dalam menanamkan nilai-nilai kehidupan serta norma-norma yang baik kepada anak melaluipola asuh yang baik dan benar.

Dari berbagai macam pola asuh yang tersebut diatas, dapat saya simpulkan bahwa pola asuh yang paling baik adalah pola asuh demokratis karena dapat menghasilkan karakteristik anak yang mandiri, dapat mengontrol diri, mempunyai hubungan baik dengan teman-temannya, mampu menghadapi stress, mempunyai minat terhadap hal-hal yang baru. Dan kooperatif terhadap orang lain.


Dan Kepribadian seorang anak tergantung pada pola asuh orang tua. Pola asuh orang tua disebabkan oleh beberapa hal, antara lain : Pola asuh orang tua yang bekerja dan yang tidak bekerja; Pola asuh orang tua yang berpendidikan tinggi dan rendah; dan Pola asuh orang tua yang ekonomi menengah keatas dan kebawah. 

Senin, 21 Oktober 2013

Permasalahan Sosial

  • Pengertian
Menurut Soerjono Soekanto masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.
     Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya.

  •      Jenis jenis
Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis faktor, yakni antara lain :
1. Faktor Ekonomi : Kemiskinan, pengangguran, dll.
2. Faktor Budaya : Perceraian, kenakalan remaja, dll.
3. Faktor Biologis : Penyakit menular, keracunan makanan, dsb.
4. Faktor Psikologis : penyakit syaraf, aliran sesat, dsb.
1. Faktor Ekonomi
faktor ini merupakan faktor terbesar terjadinya masalah sosial. Apalagi setelah terjadinya krisis global PHK mulai terjadi di mana-mana dan bisa memicu tindak kriminal karena orang sudah sulit mencari pekerjaan.
2.Faktor Budaya
Kenakalan remaja menjadi masalah sosial yang sampai saat ini sulit dihilangkan karena remaja sekarang suka mencoba hal-hal baru yang berdampak negatif seperti narkoba, padahal remaja adalah aset terbesar suatu bangsa merekalah yang meneruskan perjuangan yang telah dibangun sejak dahulu.
3.Faktor Biologis
Penyakit menular bisa menimbulkan masalah sosial bila penyakit tersebut sudah menyebar disuatu wilayah atau menjadi pandemik.



4.Faktor Psikologis
 Aliran sesat sudah banyak terjadi di Indonesia dan meresahkan masyarakat walaupun sudah banyak yang ditangkap dan dibubarkan tapi aliran serupa masih banyak bermunculan di masyarakat sampai saat ini.

  •       Contoh masalah sosial1. Kepadatan Penduduk Indonesia merupakan salah satu negara terpadat di dunia yang mempunyai penduduk yang sangat banyak. Kepadatan penduduk semakin meningkat di beberapa kota besar negara Indonesia terutama di ibukota negara Indonesia yaitu jakarta yang memang adalah kota terpadat di Indonesia. Jakarta merupakan ibu kota indonesia  yang banyak menarik pendatang dari dalam negeri maupun luar negeri. Jakarta pun merupakan pusat pemerintahan, pusat bisnis dan keuangan. Tak heran jika kota ini terpadat karena banyaknya transmigran yang bertransmigrasi ke kota ini. Banyak suku-suku yang mendiami kota ini antara lain : Jawa, Sunda, Minang, Batak dan Bugis. Semakin bertambahnya pendatang maka kepadatan penduduk pun semakin meningkat, kepadatan penduduk jelas menjadi inti masalah dari keadaan penduduk yang menjadi masalah sosial di kota-kota besar, berikut beberapa masalah yang timbul akibat kepadatan penduduk yang tidak terkendali oleh pemerintah : 
1.     Sifat konsumtif
2.     Kekumuhan kota
3.     Kemacetan Lalu lintas
4.     Kriminalitas tinggi
5.     Struktur kota berantakan
6.     Banjir
7.     Terjadinya kemerosotan kota
8.     Pengembangan industri yang menghasilkan limbah
9.     Pelebaran kota dengan tata yang tidak baik
10. Melonjaknya sektor informal 
Penanggulangannya atau solusi : melakukan program KB dan transmigrasi penduduk yang merata
            
   Pandangan seks bebas semakin lama menjadi hal yang terdengar biasa karena semakin banyaknya berita yang beredar tentang seks bebas ini. terutama kasus seks bebas yang banyak juga terjadi di negara kita Indonesia. Ini merupakan masalah bagi negeri ini karena banyaknya seks bebas membuat moral para remaja menjadi semakin tidak baik. Apalagi sudah marak terjadi anak sekolah melakukan seks bebas bagaimana hal ini tidak terdengar biasa? sudah banyak berita-berita atau masalah yang beredar tentang seks bebas ini dikalangan para pemuda.semakin hari malah semakin banyak kasus seks bebas memang banyak hal yang menyebabkannya. Kurangnya didikan iman dan takwa, pergaulan bebas yang bergaul dengan memakai narkotika, pengaruh budaya barat yang negativ dan  teknologi semakin lama semakin canggih maka semakin mudah pula untuk mendapatkan informasinya. Di indonesia ini teknologi memang banyak menguntungkan dalam hal positif tetapi tidak bisa dipungkiri dalam hal negative pun  banyak hal-hal yang menyebabkan terjadi. Apalagi remaja-remaja sekarang ini semakin berani untuk meng-expose diri bahkan sampai-sampai video yang sedang melakukan hal yang tidak senonoh ini pun mereka rekam dan dimasukan dalam situs video hingga akhirnya banyak beredar. Sungguh sangat memalukan dan tidak lazim terutama anak-anak sekolah yang melakukannya sudah pasti hal yang sangat tidak terpuji. Moral bangsa ini malah akan semakin terpuruk jika hal seperti ini tidak cepat diatasi. orangtua mana yang tidak akan menggelengkan kepala mendengarnya bahkan menangis jika mengetahui anaknya melakukan hal yang tidak terpuji ini. Maka dari itu orangtua semakin antisipasi agar tidak menimpa anaknya sendiri.

Banyak hal yang akan disebabkan jika melakukan seks bebas apalagi para remaja dan terutama perempuan yang akan lebih banyak dirugikan diantaranya bisa mencorengkan nama baik keluarga karena disebut-sebut orangtua tidak mendidik anaknya dengan baik, membuat stress perempuan jika lelaki yang membuatnya seperti itu tidak bertanggung jawab, tidak adanya kepercayaan diri untuk keluar rumah karena tetangga sekitar membicarakannya hingga akhirnya pun stress, menikah muda dan tidak ada perencanaan hingga membuat masa depan suram, seks bebas pun dapat memicu menjadikannya seorang pelacur karena terlanjur melakukan dengan pacarnya lalu putus hubungan akhirnya malah membuat putus asa dan menjadikannya profesi untuk diteruskan saja dan membuat semakin banyaknya wanita yang mengugurkan janinnya. Sangat mencengangkan sekali bukan jika kita melihat apa saja penyebab seks bebas ini seharusnya mungkin cara mengatasinya dengan banyaknya majlis-majlis atau pesantren yang mengajak para remaja untuk ikut berpartisipasi atau mendapat lebih banyak lagi pendidikan rohani dan orangtua pun harus mau mendorong anak-anaknya agar mau ikut berpartisipasi dan melakukan kesibukan-kesibukan yang positif. ABG atau remaja memang labil mudah terpengaruh kemana saja alur mengarah bisa itu positif maupun negatif. maka untuk menghindari seks bebas ini harus banyak kegiatan-kegiatan menarik yang mengarah positif agar tidak mempedulikan hal-hal yang membawa dampak buruk. Seperti hal-hal diatas yang sudah saya beritahukan maka hindarilah hal-hal yang kita tahu akan berdampak buruk atau seperti seks bebas ini saya pun sebagai remaja sangat antisipasi agar tidak mengalami hal ini apalagi dalam bergaul karena sudah pasti masa depan dan kehormatan akan dipandang tidak baik oleh orang-orang sekitar dan karena mendengar pengalaman yang saya dengar dari teman-teman yang mengalami hal ini kejadian ini akan membuat penyesalan yang sangat dalam apalagi kedepannya perencanaan keluarga pun tidak baik.
§  Penanggulangannya atau solusi : rajin beribadah, mencari kegiatan yang positif dan tidak terpengaruh dengan hal yang negative


3. Masalah Sampah
§  Penyebabnya : Kebiasaan membuang sampah sembarangan
§Penanggulangannya : membuang sampah pada tempatnya, mengolah sampah/mendaur ulang menjadi barang-barang yang berguna

4. Pencemaran Lingkungan
§  Penyebabnya : asap kendaraan
§  Penanggulangannya : dengan membangun taman kota, mengurangi kendaraan pribadi

5. Rusaknya Fasilitas Umum
§  Penyebabnya : kurang perawatan
§ Penanggulangannya : masyarakat harus menjaga serta merawat fasilitas umum tersebut

6. Kualitas Penduduk Rendah
§  Penyebabnya : karena kurang memiliki keahlian dan ketrampilan dalam bekerja
§  Penanggulangannya : membuka layanan pendidikan gratis

7. Penyalahgunaan Narkoba dan Alkohol
§  Penyebabnya : kurangnya perhatian dari orang tua, terpengaruh lingkungan
§  Penanggulangannya : lebih mendekatkan diri kepada Tuhan dan mencari kegiatan yang positif agar terhindar dari narkoba dan alcohol.

8. Pemborosan Energi
§  Penyebabnya : pemakaian energi untuk hal-hal yang tidak perlu.
§  Penanggulangannya : menghemat energi atau memakai energi sesuai kebutuhan saja.

Sumber :